Ada ide nggak?” tanyanya sambil memandangku.Aku menggelengkan kepalaku sambil menjawab, “Nggak ada. Diantara sofa dan TV ada karpet tebal dan lembut berwarna putih. Bokep Mom Kuminta padanya untuk melepaskan ikatan-ikatan ini karena aku mau pulang.Permintaanku itu disambutnya dengan menyumpal mulutku dengan lakban serta mengikatkan seutas tali di kakiku dan kemudian menariknya ke atas serta menyatukannya dengan tanganku. Kalau rasanya sakit ya lumrah dong. Lagipula aku masih pengin melihat kamu seperti ini. Sakit rasanya terikat semalaman. Aku juga sudah tahu nomor telpon dan alamat kantormu dari kartu nama yang ada di dompetmu”.Aku tidak bisa berkata apa-apa kecuali mengiyakan permintaannya. Sebaiknya kamu nurut aja” katanya sambil mengejek namun terlihat paras muka yang memohon.Kutanya, “Buat apa pakai di ikat-ikat segala? Buka aja sendiri” sahutnya.Mei Mei lalu menyumpal mulutku kembali dan keluar kamar.




















