“Mmmmm…. tongkolnya menyembur membasahi leggingku. Sex Bokep Sekalian numpang berteduh ya…”, kataku dengan nada menggoda. Kata si pembonceng dengan logat jogjanya. Mengelap peju Ahmad di tetekku dengan leggingku. Sambil merapikan uang di tangannya tapi matanya gak lepas dari tetekku. Apalagi kaos putih tipisku dah basah sempurna. mbak…. Aku berhenti tepat di depannya. tapi kalo ujan deras ya cukup membuatku basah kalo naik motor pulang. Mata pak Abdul gak berkedip melihat tetekku yang besar dan montok menggantung bebas kini tanpa penghalang apapun. “Eh mbak saya punya jas hujan di motor
belakang, mbak bisa ganti baju kering di belakang trus pulang pake jas hujan saya”, kata si Ahmad menawarkan pertolongan. “Yes , ini show sebenernya”, hatiku bersorak. Sial nie bandot, gak tau legging kesayanganku di kotorin lagi. ohhhhhhhhh………… ssssssssshhhhhhhhhh………. tapi ide nakalku untuk pamer keseksian malah muncul.




















