Sejujurnya aku sangat risih, tetapi apa daya tidak berani protes. Mak kembali mendesah-desah dan menjerit kecil. Bokeb Aku tidur hanya beralas tikar dan ditemani bantal kumal serta sarung.Aku bertanya-tanya, tetapi tidak dijawab mak atau mbah, kenapa malam itu aku harus tidur seranjang dengan mereka. Aku tidak tahu kemana tujuan mereka mengajakku tidur bareng dan sekarang mbah tidur memelukku dan mengusap-usap dadaku. Nenek sama seperti mbok ku, dia menjerit jerit nikmat dan kemudian kedua kakinya merangkul pinggangku erat sekali sampai aku tidak bisa bergerak. Tapi ketika aku tanya dia mengkomandoiku agar jangan berhenti dan terus menggenjot. Tapi karena sudah terbiasa sejak kecil, aku tetap saja dianggap masih anak-anak. Aku tidak berani bertanya banyak, karena mereka sama sekali tidak menyinggung peristiwa tadi malam.




















