Aku langsung merasa iba dan tanganku nampak mengusap-usap punggungnya.“Haacchh.. OK?” Bu Endang menutup kata-katanya sambil tangannya mengambil tanganku dan meremasi jari-jariku.Edan… nggak tahu kenapa tanpa sadar aku membalas remasannya. Bokep Ojol Kamu Temenin Tante dulu yaa…” sambil tangan-tangannya terus menggerilya tubuhku.“Acchh Tantee.. Cium aku.. Oocchh.. Didorongnya pahaku hingga aku terbalik tengkurap. Rangkulannya itu demikian mesra membuat aku langsung merinding bergetar. Rasanya dia dalam keadaan birahi yang penuh kegilaan. Huuchmm.. Mau minum apa?”Dia rangkul pinggulku menuju meja makan. Siapa tahu dapat rejeki nomplok.Dengan 2 buah gelas besar penuh Coca Cola di tangan Tante Wenny keluar dan memberikan segelas buat Aku.“Ambil Cah Bagus…” sapanya bergaya akrab, “Ayo minum… nggak perlu buru-buru khan?”Duduk di seberang depanku mata Tante Wenny sebentar-sebentar mengamati penuh khayalan birahi padaku.




















