pusing?” tanyaku penuh kebapakan. Lalu, dia tinggal menguasaimu saja..”mataku mendelik:
“mesakake banget (kasihan sekali) kowe Cah Sara..” si Juminten tampak sekok (shock) berat mendengar ucapanku yg meluncur seperti senapan mesin itu:
“terus bagaimana Kakek, tolong saya Kakek..” katanya seperti orang setengah sadar.Aku menghela nafas panjang, menggeleng-gelengkan kepala:
“berat, Cah Sara. Bokep China Kamu bersedia ya Cah Sara?” kurasakan tubuh dalam pelukanku itu bergetar. Rambutnya yg sebahu bewarna hitam lurus, matanya seperti mata kijang dan bibirnya seperti delima merekah (walah, puitis banget..).Tubuhnya bongsor dgn buah dada yg seperti akan memberontak keluar dari baju T-shirtnya. Kupicratkan air kembang ke buah dadanya, dan dgn lagak sok yakin kupegang kedua bukit indah itu. Bahkan setelah beberapa lama aku dipercaya untuk buka praktek sendiri, di rumahku,dgn mempergunakan kamar samping rumah sebagai tempat praktek (meskipun aku harus membuat Yu Mini kakakku marah-marah karena










