Lagu2 yang kuputar membuatku terbuai. “Siap Pak”, jawabku sambil berlagak kayak prajurit. Bokep Tobrut “i…iya bu…Mbak”, jawabku pendek.Entah kenapa perasaan senang menyelimutiku. Mas Dimas tolong bantuin beres-beres ruang siaran ya”, katanya sambil menegakkan tubuh dan berjalan menuju pintu. Kuusap perlahan punggungnya sambil terus memainkan bibirku. Huh, masih 2 jam lagi. “Mas, nanti malam jangan lupa matiin pemancarnya ya.”, pesan Pak Damian padaku. Mbak Titis berusaha mengatupkan pahanya tapi aku menahannya dengan kedua tangan supaya tetap terbuka. Aku mencoba melingkarkan tanganku di punggung Mbak Titis. Sesekali kusedot dengan keras. Aku agak panik karenanya. Perlakuanku beda kali ini. “Iya, Bu” jawabku lagi. Mbak Titis menahan tubuhnya dengan tangan di tembok. Rupanya Mbak Titis sudah tau kehadiranku. Aku melirik ke tetek yang sebelah kanan.




















