Aku langsung memasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomor-nomornya. Bokep Mom Pasti terburu-buru. Ia tepat berada di tengah-tengah. Sudahlah. Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Bodoh, bodoh, bodoh. “Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya. Namun, tiba-tiba keberanianku hilang. Ia terus mengelap pahaku. Ini kesempatan kedua. Itu artinya ia tidak mau diganggu. Keras sekali.“Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”Ia berdiri. Lalu pindah ke pangkal paha. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Dingin. “Masih sepi ini..!” kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. “Oh ya. Sebentar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.” Aku langsung beres-beres dan pulang.,,,,,,,,,,,,,,




















