Mbak Rani, penyiar terakhir hari ini, masih bercuap-cuap aja di depan miknya.Aman, pikirku. Bokep China Mukaku langsung terasa panas. Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba neehhh… Bergegas aku mengunci pintu gerbang dan naik lagi menyerahkan kunci.Sesampai di dalam rumah aku tidak menemukan siapa pun. Pikiran kotor menyerbu otakku. Sejak pertama kali masuk kerja di radio itu, aku udah kepincut dengan Ibu Titis. “Marketingnya lagi keluar semua, Mas?”
Aku kaget bukan main mendengar pertanyaan itu. Aku melirik ke tetek yang sebelah kanan. Mbak Titis semakin melolong tidak karuan. Aku tidak berani terlalu dalam. Ketika berhasil kulepaskan, kimono tersebut merosot sedikit menjuntai ke lantai.Kumundurkan tubuhku dan nampaklah pemandangan yang sangat indah yang sering kubayangkan selama ini. Aku berlutut lagi dan kini yang menjadi sasaranku adalah pahanya.




















