Cuma seringnya tidur di ruang baca, karena sofa di situ besar dan empuk. Bokeb Cuma seringnya tidur di ruang baca, karena sofa di situ besar dan empuk. Aku menikmati saja tapi ketika melihat darah kegadisanku di atas sprei, aku jadi bingung, takut, malu dan sedih. Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut. Direbahkannya aku di atas ranjang dan Kak Agun mulai lagi menciumku. Sayangnga mereka semua orang-orang sibuk.Kakakku, Kak Luna, usianya terpaut jauh diatasku 5 tahun. Rampung!”, aku menjerit kegirangan. Aku lalu cerita bahwa semua orang rumah pergi keluar kota. Coklat?”, kataku. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah di SMA kelas 2.




















