Siang-siang kok sudah pulang?” tanyaku.“Aku belum pulang mulai tadi malam. Ennggh..” katanya.Kupotong kata-katanya, “Anto,” sahutku.“Ya, Mas Anto. Video bokep Namanya.. Sekilas kulihat tanggal lahirnya, berarti ia sekarang dua puluh delapan, sementara aku waktu itu masih dua puluh tiga.Karena kami kamar yang kami sewa menggunakan cara jam-jaman dan kulihat waktu telah habis, maka kamipun keluar dan aku segera pulang. Aku tahu ia ingin aku segera menyelesaikannya.Kutindih dan kucium bibirnya. Panas matahari terasa menyengat kulit. Kembali kami mengobrol di kontrakannya. Erma kadang masih menolak uang pemberianku, tetapi kalau aku lagi ada obyekan kecil, kupaksa dia untuk menerimanya. Kakinya yang mengenakan sepatu hak tinggi membuat ia semakin menarik. “Erma ya? Baru aku ingat”, jawabnya, “Mau ke mana?” sambungnya.“Enggak, ini mau pulang, kebetulan lewat sini.










