Tubuhnya menggigil ketika sebilah belati tajam ditempelkan ke leher jenjangnya. “Jangan…sudah..sudah cukup…jangan…” rintihnya saat si sopir memaksanya berlutut. Bokep SMA “Ayo bilang!!” bentaknya. “Ram…ram…rambut…” katanya. Beda jauh dari yang pernah dirasakannya ketika sekali jemari Gilang pernah ‘tersesat’ ke balik celdamnya.Meski menolak penghinaan itu, tubuh Maudy tak bisa berbohong. BUKTI!!!” bentak lelaki itu. Di depan wajah Maudy, dimasukkannya puluhan lembar rambut hitam berkilau itu ke dalam sebuah amplop. Rambut kemaluannya yang tak lagi selebat semula, tampak basah, melekat ke kulit yang kemerahan, bekas cabutan yang brutal tadi. Wajah Maudy memerah saat lidahnya mulai menyentuh kepala penis lelaki itu. “Buktinya apa?” “Eh…bukti?” “Iya!!! “Nah, itu dia….” desis lelaki itu ketika melihat sebentuk selaput tipis di bagian dalam gua kecil itu.




















