Aku pun menjerit menahan sakit yang luar biasa itu. Aku pun segera terasadar dengan adanya benda dingin di vaginaku, tapi aku sudah terlalu capek untuk berontak. Bokep Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan jijik. Memang payudaraku cukup besar untuk orang seukuranku. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Ketika aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Rei menjelajahi pantatku. “Pls entot gue, gue udah ga tahan lagi” kataku sambil merangkak ke salah satu dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya. Aku takut tapi aku juga terangsang. “Masih ada waktu kok”, kata Rei sambil meringis, “ayo mau ga?”
“Ntar kalo mereka liat gimana?” kataku sambil melihat ke pintu. “Iih maksa banget sih” gerutuku.




















