Terlebih penampilanku membuatnya semakin yakin. Situs bokep indo terbaru Cepat saja kamu kirim lamarannya ya” jawabku.Dianpun tersenyum senang mendengarnya. Begitu.. Memang dia sudah tidak perawan lagi, tetapi vaginanya masih sempit menjepit kemaluanku.“Ahh..” jeritnya ketika kemaluanku telah menerobos vaginanya. “Mari dicuci dulu Pak” Anggi menyilahkanku ke tempat cuci.Tak lama pegawai salon yang akan merawat rambutkupun datang. Akupun tersenyum senang membayangkan buah dada Dian yang akan dapat aku nikmati sepuasnya nanti. Rupanya aku hanya terbuai oleh buah dadanya yang nikmat itu. Dianpun tidak menolak mengingat dia sudah ingin sekali pindah tempat kerja. Kuparkir Mercy kesayanganku di sebuah mall yang terletak tak jauh dari kantorku. Dia bekerja di salon tersebut sambil mencari-cari kerja yang lain yang lebih baik.Singkat kata, aku tawarkan dia untuk melamar di perusahaanku. Ternyata dia baru lulus SMA dan berusia 18 tahun lebih sedikit.




















