Berawal dari chating di facebook bersama teman semasa SMA yang kini menjadi Dosen di sebuah Perguruan Tinggi di Jogja, tempat dimana anak lelakiku kuliah. Rasa sakit hati,dendam, marah, malu bercampur aduk, namun kelelahan fisik membuatku sangat mengantuk, dan tak pernah sengantuk ini..ah…kopi itu jangan-jangan…dan tanpa mampu kucegah aku menuju alam mimpi. Video bokep Kepanikanku kian menjadi dan sebelum aku sempat berteriak kembali mulutku disumpal paksa bibirnya. Perlahan bangkit dengan tertatih, vaginaku terasa perih, lalu melihat tubuhku di depan cermin besar di depan tempat tidur Randy . Lalu aku mulai berhenti meronta. “Randy…kartu memorinya kok kosong?”, ujarku setengah berteriak di ponsel. Kos-kosan itu ternyata berisi rekan satu profesinya. Sekarang pria brengsek pemerkosa pertama berganti posisi di sebelah kananku, mengarahkan tanganku pada kemaluannya. “Kamu gak macem-macem kan? Dan pembicaraan kami segera selesai. “oh…Randy, apa yang kamu




















