Di sampingnya tampak suaminya yang terlihat cukup gagah. Terus kutelusuri wajah para tamu sampai akhirnya kutertumbuk pada sesosok wajah yang cantik, lembut and of course, I’ll never forget. Film Porno Revy meninggalkanku sendiri di ruang tamu, saat ia meminta ijin untuk sebentar ke kamar kecil. Apa kabar?”, tiba-tiba sebuah suara wanita menghentakkan lamunanku, membangkitkan kembali diriku dari kesunyian yang baru saja kualami. “Eh Ryo…sibuk nggak ntar sore?”, tanyanya kembali. kok sendiri?”, berondong Linda saat dengan lembut kusalami mereka di pelaminan. Pengakuanku mungkin hanyalah sebuah intermezzo dalam jejak-jejak hidupnya. Don’t make it harder for me, please….”, kata Revy dengan wajah memelas. “Ntar sore? Beberapa saat hingga akhirnya keadaan Revy cukup tenang, dan kami masih terus saja berpelukan…I think of you every morning, dream of you every night Darling I’ll never be lonely, whenever you’re inside




















