Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Video bokep Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Tes! Ucap isteriku kalem.“Iya. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya.




















