Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Bokep JAV “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Apalagi di saat-saat seperti ini. Chie mendekap mulutku dengan bibirnya, menjatuhkanku di samping tempat tidur. Pahit dan menyenangkan. Apalagi di saat-saat seperti ini. Kusentuh tubuh indahnya, membantunya melepas baju dan branya. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan mengangkat kepalanya mendekatiku,
“Maksudmu apa?” desisku berang. Menemuiku dan meminta maaf?”
Kutatap mata Jay, mencoba menyelami perasaannya, sama seperti dulu. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan mengangkat kepalanya mendekatiku,
“Maksudmu apa?” desisku berang.




















