Tapi aku mencoba berpura pura terpengaruh, dan aku sengaja menggigit bibirku.“Oh… enak ya Eliza”, ejek pak Edy dengan percaya diri. Ya ampun, orang seperti ini ada di kelas sebelahku? Situs bokep Kurang lebih dua kali pak Edy mencoba lagi, dan akhirnya… sleb…Dengan wajah puas pak Edy kini mulai memaju mundurkan pinggulnya. Aku tahu aku sudah kembali berada dalam kekuasaannya.Aku hanya diam ketika pak Edy yang sudah duduk di hadapanku memandangiku. Tepat sebelum masuk ke toilet, aku menghentikan langkah.“Jen, kamu dengar nggak? Aku belum bisa mengambil keputusan sampai akhirnya aku masuk ke kelas.Aku mengetuk pintu kelas dahulu.“Permisi pak Warno, maaf saya tadi dipanggil pak Edy”, aku memberikan keterangan.Pak Warno tersenyum dan menyilakan aku masuk,“Ya Eliza, bapak sudah diberitahu Jenny.




















