Kukebut motorku.Tante Ning tersenyum ketika membukakan pintu. Tante Ning tidak peduli, kurasakan ujung batang penisku sudah masuk. Bokep Mom Tante Ning tersenyum. Bibirku dilumatnya kembali, lalu lidahnya menjulur-julur menjilat-jilat. Aku menelentang saja sembari meremas-remas toket montoknya yang bergelantungan terkontal-kantil. Rambut kemaluan Tante Ning lebat dan rindang. Dia bilang, walaupun aku tidak naik kelas, tapi aku “lulus” sebagai laki-laki. Lalu aku disuruh menunggu di ruang duduk keluarga, sementara dia masuk ke kamar. Kemeja seragamku entah kapan dibukanya, tahu-tahu sudah teronggok di lantai. Bibirku dilumatnya kembali, lalu lidahnya menjulur-julur menjilat-jilat. Aku hampir-hampir tidak bisa ngomong waktu denger suara Tante Ning yang merdu. Begitu Tante Ning kembali ke Surabaya, boleh dibilang hubungan kami berakhir, walaupun di awal-awal sesekali kami masih melakukannya (kalau Tante Ning datang ke Jakarta).Aku lupa, Tante Ning mengikuti pendidikan apa di Jakarta.




















