mbak, telan. Jangan siksa saya seperti ini!” pintanya memelas. Bokep Mom Demi memuaskan rasa penasaran.“Oh, tadi… dari ketemu teman.” jawabnya singkat, masih menatap ke luar jendela meski kali ini tak gerimis.“Sepertinya saya tak melihat ada cafe yang masih buka, bu.”“Di restoran fast food, pak.”“Oh begitu. ”Tahu gini, aku minta emut dari tadi. Kepalaku terasa panas. Pada ujungnya ada secercah titik bening. Kuhabiskan sisanya dan kutaruh gelas yang sudah kosong di meja. Payudaranya yang putih terlihat semakin mengkilap karena keringat yang menempel di permukaannya.Kuberikan air putih dingin di tanganku kepadanya. Dia menyentuh, menjilat dan merasakan lendir lembut dan bening milikku.”Ughhh.. Bau seorang wanita muda yang selama 3 hari ini sanggup membuatku penasaran. Konsentrasi lalu kukerahkan pada kemudi saja.***Esok harinya, bagaikan deja vu, kembali taksiku dihentikan olehnya, masih di tempat dan jam yang sama.




















