Akan kuukur tubuhmu, apakah memenuhi syarat”, kata Adolf sambil mengambil meteran untuk menjahit. Apa gerangan yang ia inginkan lagi? Bokeb Payudaraku yang putih bersih itu memang menggiurkan. Kucari tempat duduk yang kosong setelah sebelumnya mendaftarkan diriku di meja pendaftaran.Gila, hampir semua tempat duduk terisi. Pose ketiga, aku dalam keadaan berdiri, sedangkan Susan dengan lidahnya yang mahir mempermainkan puting susuku. Terpaksa aku hanya dapat menerima dengan pasrah digagahi oleh Adolf. Nafasku ikut memburu kala tangan Adolf mulai merayap ke selangkanganku, meraba-raba pahaku dari pangkal sampai lutut. Segera kukenakan pakaianku kembali dan bergegas ke luar ruangan. Tapi kan cuma diedarkan di luar negeri?!“Baiklah, tapi kali ini aja ya”, aku menyanggupinya. Kalo kamu ingin berhasil seperti Susan, kamu harus berani seperti dia, Han”, kata Adolf sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang bugil itu. Tapi menurutku




















