Saat aku masuk ke kamarnya, Jack sedang membaca pocket book.Buku itu langsung diletakkan sambil tersenyum, dan seperti biasa aku duduk di sofa, tapi kali itu Jack meminta aku duduk di kursi sebelahnya. Jack melirikku meminta persetujuan. Bokep Mama Kubalas senyumannya dan mengangguk. Dengan nada bergetar, dia memintaku untuk mencium, sambil menunjuk kemaluanku.Aku bingung untuk menolaknya, takut tersinggung, kalap dan marah. Kulihat dia terkejut dengan ucapanku yang sekenanya.“Berteman tidak ada kata kaya atau miskin, atau dibatasi dengan suku atau bangsa” katanya lirih, sambil meraih tanganku. “23 senti” jawabku malu, aku benar benar malu.Sambil meletakkan penggaris, tangan kananku tanpa sadar terus mengocok pelan- pelan, dan diremasnya lenganku sambil berdesis-desis menikmatinya. Seterusnya kami teruskan mengobrol dan tanganku terus dibelainya. Jam 10.00 malam, kuanjurkan Jack tidur, dan dia mengerti.Tapi aku terkejut saat aku berdiri, ditariknya tanganku dan menarik




















