Dika kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yang ringan. Sekarang mas Ajik menjadi pengangguran dirumah, yang membuatnya kelayapan saja setiap harinya.Sampai pada akhirnya, suatu malam mas Ajik pulang entah dari mana dengan wajah yang gembira, dan membelikanku sebuah oleh-oleh berupa kalung emas. Bokep Family akhirnya kekuatan pertahananku ambrol.. Ketika itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul delapan malam. “Rit, kamu memang istriku yang baik, kamu harus bisa mengerti kesulitanku saat ini, dan aku mau kamu membantu aku untuk mengatasinya”, katanya.“Bukankah selama ini aku sudah begitu Mas”, sahutku. Dan semakin lama sifat mas Ajik semakin tak karuan. Mas Ajik mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku. Ketika aku memasuki kamar tidur dan menemaninya di ranjang, Mas Ajik kemudian memelukku dan menciumku.




















