Bahkan terkadang tak segan-segan menempeleng ibuku! Bokep Tobrut Baru kuketahui dari keluarganya bahwa Yo telah dimakamkan. Tapi apa dayaku, waktu itu aku masih kecil. Di negeri orang inilah aku mengenal arti hidup sesungguhnya. Aku merasa bahagia, sedih, senang, susah, gembira, dan entah apa lagi. Aku mendengar kabar ini sepulangku dari latihan survivalku selama seminggu. Tak jarang pula aku harus menerima hajaran dari ayahku kalau aku berusaha melindungi ibuku. Setelah kutunjukkan kemampuanku pada semester pertama kuliah, akhirnya semester berikutnya aku mendapatkan beasiswa. Dengan mudah aku dikalahkannya dan aku dilumpuhkan hanya dengan 2 kali totokan 2 jarinya. Aku pikir, kapan lagi? Sukar sekali untuk bisa mengatakannya. Banyak pertanyaan silih berganti di kepalaku, tapi tidak kuperdulikan.




















