“Ahh.., Om.. Bokep jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘Robert’ aja ya, Rin. Om ditinggal sendirian nih.” balas Om Robert sambil memasang kimono di tubuhnya. Kebetulan rumahnya memang melewati rumah kami karena letaknya di kompleks yang sama di perumahan elit selatan Jakarta.Om Robert ini walau usianya sudah di akhir kepala 4, namun wajah dan gayanya masih seperti anak muda. Om suka banget sama badan kamu, bagus banget. “Ah Rin.. “Ooh..” jawabku dengan nada sedikit kecewa karena tidak dapat melihat tubuh atletis Om Robert dengan leluasa lagi. Om Robert menoleh dan melihatku berdiri terpaku dengan tatapan tolol, dia pun tertawa dan memanggilku untuk menghampirinya.“Halo Karin, apa kabar kamu..?” sapa Om Robert hangat sambil memberikan sun di pipiku. Aku ingin menolak rasanya, tapi dorongan dari dalam tidak dapat berbohong. Suatu sore dalam perjalanan pulang sehabis latihan




















