“Kamu cantik sekali Von.” bisiknya lagi saat saya menelentangkan diri di ranjang. Ciumannya menjalar kemana-mana, ke dagu saya, rahang, telinga, aahh rasanya geli sekali, namun membuat saya jadi lupa daratan, dan menyerahkan diri padanya. Bokep Namun apa yang terjadi siang ini seperti membuat saya tidak mungkin melupakan kejadian malam itu. Jenny menatap saya. Diam-diam, saya bersyukur dapat berkenalan dengan seorang ‘putri mafia’ (nama ejekan saya untuknya) seperti dia ini. “Pentil kamu udah tegang gini.” jawabnya cuek sambil menatap ke dua puting susu saya. “Ngeliatin badan kamu.” jawab saya mencoba untuk tidak malu, “Bagus banget.”
“Hihihi.” ia tertawa kecil, “Kamu juga sexy kok.”
Terus terang, saya kege-eran juga mendengar pujiannya.




















