“Sudah.. Rena melangkah ke pinggir trotoar dan melambaikan tangannya. Bokep mm..”, Rene meneruskan ciumannya, sementara tangannya bergerak meremas-remas payudara Rina. ada apa sih?” “Ntar.. Teman- teman si anak muda menjadi reseh dan ngeloyor pergi sambil membawa teman mereka. Tangannya terjulur meremas buah dada si gadis yang menggantung saat si gadis kembali membungkuk. Rene!” Rina menyingkirkan telapak tangan Rene dari dadanya, meninggalkan ruang tamu dan Rene yang tertawa-tawa, menghampiri adiknya yang mengomel panjang lebar di luar rumah. mm..”, Rene meneruskan ciumannya, sementara tangannya bergerak meremas-remas payudara Rina. “Ahh.. “Ahh.. “Yang..keluar nih..” Rene berkata lirih. Buliran air mata jatuh melewati pipinya menetesi lengannya.Gagang telepon di sebelahnya memperdengarkan nada sibuk. aduh.. ‘Bagaimana aku bisa memaafkan dia..’ “Rene.. Apotik mana? anak-anak, pasti deh ngajak jalan.” “Ya udah, kita pulang saja, aku ngerti kok.” Rene tersenyum dan merasakan kancing celananya terpasang kembali.“Oke.. Rina mengeraskan suara walkman- nya.




















