Pikiranku berkecamuk tidak karuan. Semenjak tidak lagi sibuk mengurusi anak-anak, kehidupan seksku semakin tua justru semakin menjadi-jadi. Bokep ma’af, Bu..” akhirnya keluar juga suaranya. Apalagi aku termasuk ibu-ibu yang suka pakai baju yang agak ketat. Tiba-tiba aku menjadi sangat takut kehilangan dia. Wajahnya masih kelihatan malu-malu ketemu aku. Gak papa kok Bu”, jawabnya sambil tersipu. Hanya saja, Indun belum berani main ke rumah.Agak kangen juga kami dengan anak itu. Tiba-tiba pikiran nakal menyelimuti.Kenapa tidak kuteruskan saja persetubuhanku dengan Indun, toh penisnya sudah menancap di vaginaku. Wah, gak tahu kenapa, aku merasa senang juga diperhatiin sama anak itu badanku. Wah, beruntung juga kalau semua ibu-ibu ngidamnya penis suami seperti kehamilanku kali ini. Kami bercakap-cakap sebentar tentang sekolahnya dan sebagainya. Dua hari berikutnya, justru suamiku yang merasakan perbedaan sikapku. Tiba-tiba suamiku tertawa.




















