Mobil melaju. Bokep Ah masa bodo. Tapi saya gerah.” meloncat begitu saja kata-kata itu.Aku belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Makin lama makin jelas. Jendela kubuka. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Oh.., aku hanya dapat menunduk, melihat kakinya yang bergerak ke sana ke mari di ruangan sempit itu. Ayo cepat ia hampir selesai membersihkan belakang paha. Angin menerobos dari jendela. Kami seperti tidak ingin membuang waktu, melepas pakaian masing-masing lalu memulai pergumulan.Wien menjilatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas.




















