Di tengah lamunanku, aku dikejutkan oleh suara Ibuku.“Hayoo ngelamun aja, Sumi mana udah pada makan belum?” kata Ibuku.“Ada tuh, emang bawa apaan tuh Bu?” aku melihat Ibuku membawa bungkusan.Setelah aku lihat ternyata Ibu membeli bakso, kemudian Ibuku memangil Sumi dan kami bersama-sama menyantap Baso itu. Karena gemas aku pun lalu berjongkok dan mencoba mengamati bentuk heunceut adikku ini hingga aku melongo dibuatnya.Mengetahui aku sampai melongo karena melihat keindahan heunceutnya, adikku berlagak sedikit genit, dia goyangkan pantatnya bak penyanyi dangdut sambil terkikik cengengesan. Bokeb ashhh… aough…..Aku bingung apa yang mesti dikerjain nih. Aku mencoba untuk ikut berbaring bersamanya dan mencoba untuk meraih pinggangnya. Setelah kejadian tadi siang aku sempat tidak habis pikir, apakah benar yang aku alami tadi. Wah ini kesempatan emas, alasan tidak memberitahu Ibu bahwa dia nggak masuk sekolah bisa kujadikan senjata




















