Setiap akhir pekan aku mengunjungi anakku di rumah neneknya.Banyak pria yang mengatakan bahwa aku memiliki wajah yang cantik dan keibuan. sakkkittttt….”Pak Muklis semakin liar, mengulum putingku. Bokeb Dengan kasar dibaliknya tubuhku hingga aku membelakanginya. Kini aku dalam posisi agak membungkuk, dengan pantat yang membusung kearah Pak Tommy. Aku terkejut, karena di sela-sela pantatku terasa ada batang keras yang menekan.Aku pun lalu segera menghindar. Sedangkan aku sendiri bekerja di kota Semarang, sebuah kota di Jawa. Ia nampak paham sekali bahwa aku memang sedang butuh untuk terus bekerja di bironya.Sungguh aku sangat benci dan jijik dengan perilaku bosku tersebut.




















