Sekali lagi aku ingin berteriak tetapi suaraku tersendat di tenggorokan. Ibu mau menikah dengan Pak Herman? Bokep Ia memperkosaku berkalikali tanpa belas kasihan. Ia lebih Jawa ketimbang Ambon, meski namanya Ambon. Aku memang puas dan bahagia dalam soal pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi sebenarnya jauh di dalam lubuk hatiaku sungguh terguncang. Entah bagaimana, aku pasrah saja dan bahkan begitu mendambakan sentuhan seorang lelaki. Sebenarnya aku sudah curiga, sebab Pak Herman (aku memanggilnya Pak karena teman ayahku) yang rumahnya jauh sering datang minum jamu dan ngobrol dengan ibuku. Aku menangis.., aku sudah tidak perawan lagi! Tetapi ketika aku datang ternyata rumah tidak dikunci sebab Pak Herman ada di rumah.Aku sedikit heran, kenapa Pak Herman pulang kantor begitu awal, apakah sakit?Lho, Bapak kok sudah pulang?










