Perlahan dan pasti aku melihat dua bukit kembar yang masih tampah sekal. Bokeb ber.. ber.. “Da.. kamu.. Sementara yang lainnya persipan untuk kegiatan pagi itu yaitu jalan-jalan berkeliling. Para guru dan para pembina mendekat untuk menyalami termasuk diriku bergegas berjalan mendekatinya untuk menyalaminya. Dia melangkah menuju kearah jam tangannya yang tertinggal. Benar dugaanku aku belum selesai madi dari dalam bilik sudah terdengar suaranya. nggak apa-apa” Sahutnya juga agak salah tingkah. Sampailah aku pada tempat yang kami tuju. kurang sedikit Dod” katanya agak kaget. “Pakai handuk dulu saya akan masuk” Dia menyambung. “Ih kamu kok masih nakal to dari dulu” Dia berkata.




















