Robby dan Doni segera berpakaian lalu beranjak meninggalkan kami sambil menenteng kayu bakar. Dalam keremangan senja aku masih dapat melihat matanya yang indah berkaca-kaca. Bokep SMA Wulan mengiba, “Aduhh.., sudah dong Ro.., ampun.., sakit Rob”. Di matanya aku melihat beban penderitaan yang amat berat, tapi sekaligus aku juga melihat sisa-sisa ketegarannya menghadapi perlakuan ini.Setelah Doni puas, Robby dan Doni menyuruhku menikmati tubuh Wulan. Tapi dengan melorotnya jeans Wulan sampai ke lutut, kami dapat melihat dengan jelas celana dalam wulan yang berwarna off-white (putih kecoklatan) dan berenda. Rupanya bercak-bercak merah itu berasal dari darah selaput dara (hymen) Wulan yang robek. Sepintas kulihat lengan Robby menyentuh buah dada Wulan. Pengakuannya ini membuat hatiku pedih tak terkira.




















