Aku mau mandi dan pulang”. Setelah puas melakukan permainan meneteskan lilin itu, Mei Mei lalu membuka sumpalan mulut dan ikatanku satu demi satu hingga aku terbebas. Bokeb Lemari esnya di sebelah situ dan ada beberapa makanan kecil di dekat kulkas,” katanya sambil berjalan menuju kamarnya. Beberapa kali aku melihatnya sambil berharap ada balasan pandangan darinya. Kalau rasanya sakit ya lumrah dong. Aku nggak mau. Sambil menonton TV, Mei Mei memainkan kembali kedua kakinya pada badan dan kepalaku sambil sekali-kali menendangku, tapi tidak keras. Kulihat Mei Mei berjalan keluar kamarnya sambil membawa sebuah tas. Kamu temani aku disini. Desihan nikmat yang cukup keras terdengar dari mulutnya. Lalu aku mengatakan, “Lepaskan dong tali-tali ini. Tidak lama kemudian ia kembali membawa sebuah lilin yang menyala.




















