“Thanks.” ucapnya pelan. Itu pun setelah beberapa kali aku mengatur posenya, lumayan sambil ngelaba-laba sedikit. Bokep Yang penting aku puas motretin doi dan yang paling penting lagi, di’sepongin’ doi. Ke bawah, rok mini tipis motif bunga-bunga, pokoknya totally good looking in all side.“Lia..” ucapnya tersenyum manis sekali sambil menyodorkan tangannya. “Deal..!”
Aku mengerti sekali doi tidak ingin fotonya itu tersebar kemana-mana.“Tapi ini sukarela lho.., maksud gue karena bukan buat publikasi jadi nggak ada honor apapun.” jelasku, si Ivan mendengarkan serius sekali. Kiami jadi kecewa deh. Shot demi shot kuambil. Aku dikocok-kocoknya dengan gencar, sementara lidahnya menelusuri rongga mulutku dengan penuh nafsu. Tapi kegagalannya bukan ketika saat memotret, tapi memang proses kamar gelap yang asal-asalan.“Nggak apa-apa deh, paling enggak fotonya nggak akan beredar…” katanya datar.










