Hendra menegrti jika aku membuka celana dalam diapun begitu. Sesekali aku mengangkat pantatku agar semakin nikmat, “aaaaahhhhhhh enak banget….aaahhhh…” Hendra meremas pantatku dengan sangat keras. Bokep Montok Karena itu sudah menjadi tugasku, maka saat itu aku cepat membeli sayur sebelum Hendra bangun. Dia hanyalah mantan di waktu SMP dulu wajar saja dia tidak mengenali aku yang berpenampilan lusuh ini. Aku hanya terdiam dan menundukkan kepala dihadapannya. Bosku baik hati dia selalu memberikan solusi yang terbaik untukku.Aku sudah menggangap dia seperti saudara, bosku juga sudah banyak sekali membantu aku. Hendra dengan biasa memegang dan mengelus rambutku. Anakku juga ikut tidur di tempat kerja beberapa hari hinga sehari sebelum lebaran. Apalagi semakin hari anakku semakin besar aku harus menyisakan uang sedikit untuk dia.




















