Ketika aku panggi namanya SUti, Suti memintaku agar aku memanggilnya Bu ne, sembari tersenyum. Aku mencebur ke laut dan menangkap adikku itu. Bokep Cina “Maaf Mas. Aku merasakan ikan-ikan bergetar di dalam jaring. Bayi dibersihkan.Setelah semua selesai, kami satu-persatu bergantian diberikan kesempatan m,enyalami Suti. AKu diam saja. Lama-lama jadi besar?” kata adikku. Aku mengulur tarik kontolku dalam mulutnya. Aku mengikutinya. “Wah… dia ngorok,” kata ayah. Adikku melakukannya. Kami berpelukan. Saat kami makan dengan lahapnya, ibu tersenyum dari sebuah sudut saat mata kami bertatapan. Tunggudulu,” bentak ibu. Aku diam. “Kita ke tempat biasa ya Mas, “Kata Suti. Aku juga tersenyum. Tak mungkin Sutinah berani pipis di mulutku, pikirku. Kami berlayar dengan perasaan kami masing-masing.“Kapan-kapan, aku boleh melihatmu bersama Suti?” tanya ibuku. Suti memelukku kuat dan meneteskan air mata.




















