“Oohh.. Bokep Ojol Aku jadi lega, sekarang ada teman, walaupun dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Sementara tetes air matanya masih terus membasahi pipinya. Aduh, dadaku mendesir.“Sebentar aku tutup dulu komputerku ya..” Aku bergegas pergi ke komputerku. “Umh.. aku lihat sudah jam 22:30, malam-malam begini pikiranku jadi membayangkan hal-hal menakutkan. “Nah.. “Oohh.. biar orang-orang tidak tanya macem-macem,” katanya dengan suara perlahan. Pantatnya kelihatan jelas, bulat. “Tapi bentar aja yaa.. Badannya ikut tertarik ke belakang, dan mulutku tanpa terasa menggigit lehernya. Sampai akhirnya aku nekat mendekati dia. Beberapa tetes air mata menggelinding di pipinya. “Aku mau pulang.. Matanya mulai sayu, bibirnya terbuka merekah. aku kelupaan menuliskan beberapa judul buku dalam daftar kepustakaan, cuma dikit kok.” “Rumahnya deket sini?” “Iya di asrama, dan saya biasa kerja malam-malam begini,” jawabnya.




















