Tubuh telanjangnya telah mambiusku. Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu.Kali ini suara nafas Ambar kian berat dan memburu, “Uh.. Video bokep hmm.” Aku tiba-tiba menghentikan gerakan naik turunku yang semakin cepat tadi. Tiga kali dia orgasme dan yang terakhir betul-betul dahsyat kerena bersamaan dengan saat aku ejakulasi. Kugesekkan ke clitorisnya, dan dia mulai mengerang nikmat. “Aduh kok ganas banget sih Lu!” katanya setengah membentak. mmhh”, Ambar terus meracau.Bosen dengan posisi begitu kucabut penisku dan kusuruh Ambar menungging.




















