Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Bokep Tapi Abi kan manusia biasa. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. berember-ember. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.Hamil muda?!?!




















