Taxi kucegat dan saya langsung berangkat ke kantor. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Bokep Cina Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada meqkinya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas.Oh, saya benar-benar tak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar meqkinya. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam saya baru selesai. Dan Sayapun tertidur dengan pulas.Keesokan harinya seperti biasa saya bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Nabila keluar dan tersenyum padaku.“Mau berangkat Pak?”, tanyanya, saya dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.“Kok Nabila nggak sekolah?”.“Nanti Pak, Nabila giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Nabilapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari




















