Haris memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas.Sekembali Haris ke kantor, aku termenung sendirian di ranjang. Bokep Haris memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Kami pun bermain beberapa game hingga di tengah game terakhir, mungkin karena terlalu bersemangat mendapatkan teman bermain, aku terpeleset sampai kakiku terkilir. Melepas putingku, Haris mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, sementara aku pun mulai membalas dengan gerakan pantat yang maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, sementara napas kami semakin tersengal-sengal diselingi desah penuh kenikmatan.“Hhhh.. Aku telah menikmati perbuatan nista dan telah mengkhianati suamiku. Memang “gentleman” pria ini.“Ris, pijetin kakiku dong, biar darahnya lebih lancar. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialihtugaskan, aku tidak tahu.




















