ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Kadangkadangketimun. Bokep Dadaku berguncang. Duduk di tepi dipan. Ke bawah lagi: Turun. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatkusekilas. katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh. Ah sial. pintanya.Aku membalikkan badanku. Ia hanyamenampakkan diri separuh badan.Mbak Wien.., aku mau makan dulu. kataku.Ya itu.Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik ditelingaku di atas ranjang yang putih. Kesempatan tidak akan datangdua kali. Apa yang akuharus bilang, lho tadi kedipkedipin mata, maksudnyaapa? Aku langsungmemasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomornomornya. Ia memulai pijitan. Ya nggak apaapa, katanya menjawab telepon.Siapa Mbak..? Hariitu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belumada yang datang, baru aku saja. Bautubuhnya tercium. Membuang napas. Sial. kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap.




















