Minggu depan kesini lagi ya tapi jangan malam. Link Bokep Impresi pertamaku mengatakan dia orang yang baik dan mudah akrab namun cukup agresif. Dia lalu bertanya padaku.“Mau saya ikat kamu seperti di film itu?”
Aku menggelengkan kepala menandakan ketidaksetujuanku. Apa kamu punya pilihan? Kamu temani aku disini. Tidak mudah ia melakukannya karena posisi ikatan yang menyatukan kaki dan tanganku sehingga menyebabkan lubang anusku tidak mudah untuk digapai. Nah sekarang istirahat dulu”
Ia pun membiarkan diriku terikat di lantai. Lebih enakkan kalau bebas dan kita bisa meneruskan seperti yang di taksi tadi”
Dijawabnya, “Aku mau nerusin yang tadi tapi dengan syarat kamu harus di ikat. Kita mulainya dari Sabtu siang aja, kan jadi punya banyak waktu,” sapanya sambil memperlihatkan beberapa foto diriku dalam keadaan terikat. Aku bergeliat-geliat mencoba menjauhinya namun ia terus mendekatiku dan mengulangi meneteskan lilin itu.

















