Pertama kali aku agak malu, tetapi kemudian aku bahkan duduk di pangkuannya. Aku sempat kembali di hotel untuk mandi dan sedikit berdandan.Sekitar jam delapan malam, pintu kamarku diketuk dengan pelan. Bokep Biarkan waktu yang membuktikan bahwa kami memang berjodoh. Aku hanya tertawa, sambil menggodanya bahwa dia terlalu banyak berharap.Menjelang siang hari aku memberitahu Bagas bahwa aku ada tamu penting dan tidak bisa ikut makan siang. Tapi aku takut untuk jatuh cinta lagi.Hampir pukul satu malam, Bagas mengajak untuk pulang. Hanya tinggal sisa waktu untuk tidur dengan perasaan puas.Tak terasa hari ini adalah hari terakhir pameran. Sesekali ada orang lain yang menyapa Bagas, sedangkan karena aku orang baru maka aku tidak mengenal seorang pun.Diselingi musik kami pun sedikit menari di tempat yang cukup sempit, terkadang Bagas mencium pipi, atau tengkukku.



















