Bagiku sih lebih baik begitu,”
kataku lagi. Bokeb Kuangkat kepala Mbak Mira, sementara matanya
terpejam. Sebelum berpisah, aku
sempat berjanji untuk main ke rumah Farah lain waktu.Diam-diam aku merasa geli. Kukulum, kumainkan dengan lidah dan kadang kugigit kecil. Mbak Mira mengikuti kemauanku sambil terus menatapku dengan senyum yang tidak
pernah lepas dari bibirnya. Mbak Mira langsung menutup pintu kamar mandi
setelah kami sampai di dalam, yang diteruskan dengan menghidupkan shower. kenapa tadi sama aku kamu beraninya lirak-lirik
aja. masak jalan sama adiknya, Mbak-nya mau diembat
juga,” kataku sambil garuk-garuk kepala.Setelah itu Farah muncul dan
dilanjutkan acara belanja di dept. Kepala rudalku dikulumnya, dijilati, berpMira
dan berputar-putar, sehingga tak satu bagianpun yang terlewat. Selebihnya kami lebih banyak diam sambil tiduran selama perjalanan.Yang disebut kamar kos oleh Mbak Mira ternyata sebuah
paviliun yang ditinggali Mbak Mira kecil tapi nampak lux, didukung
lingkungannya yang juga perumahan mewah.“Kok




















