Dan sekarang kamu memiliki semua apa yang kumiliki dan tentunya apa yang kamu miliki juga akan jadi milikku. “Nah, sekarang giliran kamu Sayang.. Bokep Wajahnya murung dan cuek padaku, meskipun di hadapan tamu dia masih bisa tersenyum. Dan itu.. Kedua mertuaku pun jadi bingung akan sikap anaknya. mau keluar Sayang..” Aku memejamkan mataku. Oleh karena keadaan itulah aku menerima persyaratannya meskipun bapakku tidak setuju akan keputusanku. Tubuh kami sudah berkubang keringat dan air kencing, kulihat lantai kamar mandinya yang tadinya kering, sekarang basah semua. Nggak ada jawaban. “Baiklah, Sayang..Ayo arahkan vaginamu ke mukaku..?” Hatiku berdebar, aku belum pernah merasakan bagaimana dikencingi orang, siapa yang mau?




















