Kali ini seluruh urat-urat dan sendi-sendi di sekujur tubuhku pun turut merasakan kenikmatan yang lebih besar daripada kocokan dengan tangannya tadi.“Enak nggak Ko?” tanyanya lirih kepadaku sambil menatap mataku.“Gila.. Bokep Tok..” bunyi pintu kamarku diketok dari luar.“Masuk!” teriakku tanpa menoleh ke arah sumber suara.Terdengar suara pintu yang dibuka dan kemudian ditutup lagi dengan keras sehingga membuatku akhirnya menoleh juga. masa gue bilang-bilang, nanti kamu nggak mau lagi ngocokin gue”Lydia kembali hanya tersenyum padaku dan setelah menyisir rambut panjangnya dia pun beranjak menuju pintu.“Gue bersih-bersih dulu yah, abis itu mau bobo” ujarnya sebelum membuka pintu.“Thanks yah Lyd.. Baru saja mataku tertutup, tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh ketukan pada pintu kamarku yang disertai dengan teriakan nyaring dari suara yang sudah sangat aku kenal.




















