15.000 kepada si Butet.”Siang-siang begini rupanya tidur kau” seru Butet masih dengan logat yang Batak yang kental.Nani hanya tersenyum sambil kembali menutup pintu, meninggalkan kebingunan Butet.”Bah…malas kali kau rupanya” omel Butet.Lain hal dengan Nani, sejenak ia kembali ketempat mereka bertempur tadi, dikasur tipisnya tidak lagi ia temui warno, tetapi hanya sebuah kaos kucel dan kusut berlambang caleg masih, kemanakah gerangan warno. Bokep Crot Belum hilang kebingungan Nani, warno muncul dari belakang lemari plastik bergambar kembang yang sudah bolong disana-sini milik Nani. Mas…mas..aku..aku..ahhhhhhhhh. Warno bingung karena saat ini ia tidak memiliki uang. Sejenak berhenti, kemudian maju dan mundur secara berirama warno menggenjot Nani.




















